Peraturan Mediasi

English  |  Bahasa Indonesia  |  华语

1 Penerapan Peraturan

1.1 Peraturan Mediasi berikut (“Peraturan”) berlaku untuk semua mediasi yang dikelola oleh Singapore International Mediation Centre (“SIMC”) kecuali bila terjadi mediasi yang dikelola berdasarkan Protokol Arb-Med-Arb antara Singapore International Arbitration Centre (“SIAC”) dan SIMC (“Protokol AMA”), Peraturan tersebut harus diubah sebagaimana diperlukan agar konsisten dengan ketentuan Protokol AMA.

1.2 Para pihak setiap saat dapat setuju untuk mengubah ketentuan Peraturan, tunduk pada perjanjian antara mediator dan SIMC.

2 Dimulainya Mediasi

2.1 Setiap pihak atau para pihak yang ingin memulai mediasi sesuai dengan Peraturan wajib menyerahkan permohonan tertulis untuk mediasi dengan bentuk sebagaimana tercantum dalam Lampiran A (“Permohonan”) bersama dengan biaya pengajuan berlaku yang tercantum dalam Lampiran B.

2.2 Salinan Permohonan wajib dikirimkan ke semua pihak lainnya yang terkait mediasi.

3 Perjanjian Mediasi

3.1 Apabila Permohonan dibuat berdasarkan perjanjian mediasi, bukti dari perjanjian tersebut wajib dilampirkan pada Permohonan.

3.2 SIMC akan mengakui telah diterimanya Permohonan dan biaya pengajuan secara tertulis. Tanggal saat SIMC mengakui penerimaan tersebut akan dianggap sebagai tanggal pengajuan Permohonan dan tanggal dimulainya mediasi.

3.3 Apabila Permohonan tidak dibuat berdasarkan perjanjian mediasi, SIMC akan segera menghubungi para pihak sehubungan dengan proposal mediasi, dan dapat membantu para pihak dalam mempertimbangkan proposal

3.4 Apabila semua pihak sepakat menyerahkan sengketa mereka untuk dilakukan mediasi menurut Peraturan, mediasi akan dianggap dimulai pada tanggal saat SIMC mengirimkan konfirmasi tertulis kepada para pihak bahwa telah dicapainya suatu perjanjian mediasi.

3.5 Dalam hal terjadi keraguan terhadap eksistensi perjanjian mediasi, SIMC dapat meminta informasi lebih lanjut dari para pihak atau mengambil langkah lain yang dinilai tepat.

4 Penunjukan Mediator

4.1 Para pihak dapat secara bersama-sama menominasikan satu mediator untuk melaksanakan mediasi agar dikonfirmasi oleh SIMC dan dapat juga melakukannya dari Panel Mediator SIMC yang diterbitkan secara online.

4.2 Apabila para pihak tidak dapat menyepakati satu mediator untuk dinominasikan dalam waktu 10 hari sejak tanggal dimulainya mediasi, SIMC wajib menunjuk satu mediator.

4.3 Dalam hal mengonfirmasi atau menunjuk satu mediator, SIMC akan mempertimbangkan karakteristik calon mediator, termasuk tetapi tidak terbatas pada kewarganegaraan, bahasa, keterampilan, kualifikasi, bidang keahlian, pengalaman, dan ketersediaan calon mediator.

4.4 Para pihak dapat menominasikan lebih dari satu mediator atau meminta SIMC untuk menunjuk lebih dari satu mediator, sesuai dengan ketentuan Peraturan. Sesuai kebutuhan, SIMC dapat mengusulkan kepada para pihak tentang opsi lebih dari satu mediator. Rujukan terhadap “mediator” berdasarkan Peraturan ini akan selanjutnya dianggap sebagai rujukan terhadap “para mediator”.

4.5 Sebelum konfirmasi atau penunjukan, calon mediator harus membuat pernyataan tertulis tentang persetujuan, ketersediaan, ketidakberpihakan, dan kemandiriannya, dan juga harus dengan segera mengungkap kepada para pihak tentang benturan kepentingan yang diketahui baik yang aktual maupun mungkin timbul yang secara wajar dapat menimbulkan pertanyaan terkait ketidakberpihakan atau kemandiriannya.

4.6 Setiap pihak dapat menolak penunjukan mediator atas dasar benturan kepentingan yang terungkap baik yang aktual atau mungkin timbul, atau memilih untuk mengesampingkan benturan kepentingan tersebut.

4.7 Apabila terdapat pihak yang memiliki keberatan yang sah terhadap penunjukan mediator, pihak tersebut wajib memberitahukan SIMC dan semua pihak lainnya secara tertulis secepatnya dan SIMC dalam kurun 10 hari sejak menerima pemberitahuan keberatan tersebut, dapat menunjuk mediator lain.

4.8 SIMC dapat menggantikan mediator selama proses mediasi jika muncul konflik atau dalam keadaan tertentu, dinyatakan oleh mediator atau salah satu pihak.

5 Tarif dan Biaya

5.1 Pihak atau para pihak yang mengajukan Permohonan wajib membayar kepada SIMC biaya pengajuan yang tidak dapat dikembalikan, seperti tercantum dalam Lampiran B.

5.2 Setelah dimulainya mediasi, SIMC wajib meminta semua pihak untuk membayar satu deposit atau lebih guna menutup biaya administratif SIMC, seperti tercantum dalam Lampiran B, biaya mediator, dan ongkos lainnya dari SIMC dan mediator.

5.3 SIMC dapat menghentikan atau mengakhiri mediasi apabila deposit yang diminta tidak dibayarkan.

5.4 Setelah pengakhiran mediasi, SIMC wajib menetapkan biaya total mediasi dan mengganti biaya para pihak atas setiap kelebihan pembayaran atau menagih para pihak atas sisa pembayaran yang diminta berdasarkan Peraturan.

5.5 Semua deposit yang diminta dan biaya yang ditetapkan SIMC harus ditanggung sama rata oleh para pihak, kecuali apabila mereka menyepakati lain secara tertulis.

5.6 Setiap pihak bebas untuk melunasi sisa deposit dan biaya yang belum dibayarkan jika salah satu pihak gagal untuk melunasi bagiannya.

5.7 Setiap pengeluaran lain yang ditimbulkan oleh para pihak yang bersangkutan tetap menjadi tanggung jawab pihak tersebut, kecuali disepakati lain oleh para pihak.

6 Pelaksanaan Mediasi

6.1 SIMC akan, dengan berkonsultasi bersama para pihak, menentukan lokasi mediasi dan dapat melakukan hal berikut dalam rangka memfasilitasi keberhasilan penyelesaian penuh pada mediasi:

a. Membantu para pihak dengan mengadakan perjanjian mediasi;
b. Mengatur lokasi dan tanggal yang sesuai untuk mediasi;
c. Mengelola pertukaran setiap informasi dan dokumen terkait;
d. Menyediakan dukungan administratif dan logistik; dan
e. Menyediakan layanan manajemen kasus.

6.2 Para pihak dapat, berdasarkan kesepakatan, menentukan bahasa yang akan digunakan dalam mediasi dan wajib memberitahukan kepada SIMC terkait kesepakatan tersebut dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh SIMC. Apabila tidak ada kesepakatan antara para pihak, SIMC akan menentukan bahasa(-bahasa) yang akan digunakan pada mediasi dengan berkonsultasi bersama mediator.

6.3 Para pihak wajib memberitahukan kepada SIMC perihal nama perwakilan dan penasihat mereka yang hadir pada mediasi dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh SIMC.

6.4 Paling lambat 10 hari, atau jangka waktu lain yang ditetapkan oleh mediator, sebelum jadwal mediasi, para pihak wajib menyerahkan kepada SIMC dan saling menukar pernyataan kasus mereka serta setiap dokumen-dokumen yang berhubungan.

6.5 Apabila perlu, SIMC dapat merencanakan konferensi premediasi guna membahas tata cara dan prosedur untuk pelaksanaan mediasi, termasuk pengaturan kurun waktu yang relevan. Untuk menghindari keraguan, konferensi premediasi dapat digelar secara langsung, melalui telekonferensi, atau perangkat elektronik lainnya.

6.6 Dalam hal menentukan tata cara dan prosedur untuk pelaksanaan mediasi, mediator wajib menghormati dengan baik keinginan para pihak dan bertindak adil serta tidak berpihak.

6.7 Mediator dapat berkomunikasi dengan para pihak secara lisan, tertulis, langsung, elektronik, atau dengan cara lain, dan dapat juga melakukannya secara bersama-sama atau terpisah, sebelum dan selama mediasi terjadwal, dan, dalam hal tidak terjadi penyelesaian penuh selama mediasi terjadwal, untuk periode waktu tertentu setelah mediasi terjadwal, dalam rangka memfasilitasi keberhasilan penyelesaian penuh.

6.8 Mediator dapat memperoleh saran ahli atau bantuan terkait masalah teknis dengan seizin para pihak dan para pihak wajib menanggung seluruh biaya yang ditimbulkan sehubungan dengan hal ini.

6.9 Semua pihak wajib bertindak dengan didasari itikad baik untuk mempersiapkan mediasi dan selama terlibat dalam proses mediasi.

7 Pengakhiran Mediasi

7.1 Mediasi yang dimulai berdasarkan Peraturan berakhir saat:

a. penandatanganan perjanjian penyelesaian tertulis oleh para pihak; atau
b. penerbitan konfirmasi tertulis tentang pengakhiran oleh SIMC setelah timbulnya peristiwa-peristiwa di bawah ini, mana yang terjadi terlebih dahulu:

i. setiap pihak manapun memberikan pemberitahuan tertulis tentang pengunduran diri kepada SIMC, mediator, dan pihak lainnya’

ii. mediator memberikan pemberitahuan tertulis kepada SIMC dan pihak lainnya bahwa mediasi sebaiknya diakhiri;

iii. SIMC memberikan pemberitahuan tertulis kepada para pihak bahwa batas waktu yang ditetapkan untuk mediasi, termasuk setiap perpanjangan darinya, telah berakhir; atau

iv. SIMC memberikan pernyataan tertulis kepada para pihak bahwa pembayaran apa pun oleh satu pihak atau lebih berdasarkan Peraturan belum dipenuhi selama lebih dari 14 hari sejak jatuh tempo pembayaran.

8 Perjanjian Penyelesaian

8.1 Setiap perjanjian penyelesaian yang tercapai selama mediasi wajib dibuat dalam bentuk tertulis dan ditandatangani oleh atau atas nama para pihak.

8.2 Untuk menghindari keraguan, perjanjian penyelesaian dapat berbentuk arsip elektronik, dan ditandatangani dengan tanda tangan elektronik.

8.3 Apabila tercapai perjanjian penyelesaian, mediator wajib dengan segera memberitahukan SIMC tentang hal tersebut, dan memberikan salinan perjanjian yang dimaksud kepada SIMC.

8.4 Perjanjian penyelesaian dapat dicatat secara substansial dalam format yang tercantum dalam Lampiran C.

9 Kerahasiaan

9.1 Tunduk kepada setiap perjanjian antara para pihak dan setiap hukum yang berlaku:

a. Mediasi harus bersifat privat dan rahasia; dan
b. Setiap perjanjian penyelesaian antara para pihak harus dijaga kerahasiaannya kecuali dipandang perlu untuk kepentingan penerapan atau penegakannya.

9.2 Tidak ada komunikasi-komunikasi yang dilakukan selama mediasi termasuk pengungkapan setiap informasi dan pandangan yang dinyatakan sehubungan dengan setiap proposal penyelesaian, yang akan digunakan dalam setiap pengadilan, arbitrase, atau persidangan yang serupa, kecuali diwajibkan oleh hukum yang berlaku.

9.3 Mediator dilarang memberikan kesaksian dalam setiap pengadilan, arbitrase, atau persidangan yang serupa mengenai setiap aspek mediasi berdasarkan Peraturan, kecuali diwajibkan oleh hukum berlaku atau kecuali semua pihak dan mediator menyepakati lain secara tertulis.

9.4 Tidak ada orang selain para pihak, perwakilan mereka, penasihat mereka, dan mediator yang dapat menghadiri mediasi, kecuali atas seizin dari para pihak dan mediator.

9.5 Dilarang ada transkrip atau catatan formal tentang mediasi, kecuali dipandang perlu untuk mencatat setiap perjanjian penyelesaian.

10 Ketentuan Umum

10.1 Mediator, SIMC, dan karyawannya tidak akan bertanggung jawab kepada siapa pun atas segala tindakan atau pembiaran sehubungan dengan Persidangan, kecuali dalam hal terjadinya kecurangan atau kesalahan yang disengaja.

SIMC Rules Bahasa Appendix A 1
SIMC Rules Bahasa Appendix A 2
SIMC Rules Bahasa Appendix A 3
SIMC Rules Bahasa Appendix A 4
SIMC Rules Bahasa Appendix A 5

SIMC Rules Bahasa Appendix B
SIMC Rules Bahasa Appendix C

Download full set of Rules here